Adakabar.com.Surabaya-Banyak cara dilakukan untuk mengungkapkan cinta pada alat transportasi umum seperti kereta api. Seperti pelukis penyandang autis, Vincent Prijadi Purwono, yang gemar melukis kereta api.
Dimasa pandemi covid 19 yang hampir dua tahun ini, pelukis remaja ini terus eksis berkarya, dan telah menghasilkan 195 lukisan. Uniknya, sebagian besar lukisan bertema tentang kereta api.
Di gallerinya, kawasan Citraland Surabaya, Vincent tampak asyik menyapukan kuas di kanvas sambil mendengarkan musik.
Mengapa sebagian besar lukisan Vincent bertema kereta api? Karena, sejak kecil dia senang dan kagum terhadap tranportasi yang melaju di atas rel tersebut. Bahkan jika bepergian pun dia pebih suka naik kereta api.
Tak hanya menggambarkan perkeretaapian di Indonesia, putra dari Rudy Purwono ini, juga kerap menuangkan kreatifitasnya tentang kereta api di luar negeri pada kanvas.
“Saya senang naik kereta api, dari Stasiun Gubeng ke Stasiun Jogajakarta juga pernah. DI Jakarta saya juga senang naik kereta,” ungkap Vincent, dengan nada polos.
“Saya sejak kecil senang naik kereta. Saya kagum lihat gerbong-gerbong kereta yang besar. Tidak hanya kereta api di Indonesia, di luar negeri saya juga sering naik kereta bersama papa,”ujar Vincent sambil menyapukan kuas di kanvas, melukis lokomotif.
“saya senang melukis kereta api karena besar dan kuat. Melukis pesawat juga pernah. Tapi kereta api lebih sering saya lukis,” Vincent melanjutkan ceritanya.
Vincent berharap pandemi covid 19 segera berlalu, sehingga kehidupan kembali normal, dan kerinduan kepada kereta api bisa dituangkan langsunglg dengan melukis di depan kereta api, pada sejumlah stasiun di Surabaya dan stasiun lainnya di Indonesia, seperti stasiun Jogja dan Jakarta.
Sementara itu, Rudi Purwono, ayah Vincent, selalu memberikan suport bagi putranya dalam berkarya, menuangkan imajinasinya di latar kanvas.
Tak tanggung tangung, dirinya juga membangunkan gallery tiga lantai di kawasan Citraland, Surabaya.
“Sebagai orang tua saya selalu support Vincent dalam berkarya. Mulai dari mencarikan dia guru melukis, hingga membangun gallery untuknya. Biar dia bisa mandiri. Meskipun dia autis, sekarang dia sudah mandir,” ungkap Rudi.

“Saat ini lukisannya sudah banyak, jumlahnya ratusan. Selama pandemi covid ini, dia sudah melukis sebanyak 195 lukisan. Setiap hari dia di galerri untuk melukis. Memang sebagian besar lukisannya tentang kereta api. Dia mempunyai hubungan istimewa dengan kereta api,” imbuh Pengusaha muda asal Surabaya ini.
“yang terpenting bagi saya, dia terus berkarya, dan galerrynya juga bisa dimanfaatkan oleh anak-anak lain yang juga berkebutuhan khusus. Tidak masalah bagi saya, sebab mereka mempunyai imajinasi yang luar biasa,” pungkas Rudy.
Rencananya, di HUT KAI yang ke 76 nanti, Vincent ingin kembali meluksi di stasiun kereta dan memberi kado PT. KAI Daop Surabaya.
Selain itu, dia juga akan melakukan aksi social, bagi-bagi masker yang bergambar lukisannya tentang kereta api.
Sumber : https://adakabar.com/tetap-eksis-di-tengah-pandemi-covid-19-vincent-hasilkan-195-lukisan-kereta-api/


